BREAKING NEWS
Anton Pallaguna: Ajudan Presiden Prabowo yang Menjadi Jenderal TNI AU Termuda

Anton Pallaguna: Ajudan Presiden Prabowo yang Menjadi Jenderal TNI AU Termuda

Oleh Redaksi Labirin 24 Des 2025, 21:06:36 WIB pemerintah

JAKARTA – Kolonel Penerbang Anton Pallaguna, ajudan Presiden RI Prabowo Subianto, resmi menapaki babak baru dalam kariernya setelah dipromosikan menjadi perwira tinggi bintang satu dalam mutasi besar-besaran yang dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Dalam daftar mutasi dan rotasi 187 perwira tinggi TNI, Anton Pallaguna diangkat ke jabatan strategis sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat II Poldagri Sahli Bidang Politik, Keamanan, dan Nasional (Polkamnas) Panglima TNI dengan pangkat Marsekal Pertama TNI. Promosi ini menjadikannya salah satu perwira bintang satu termuda di TNI Angkatan Udara.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1664/XII/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, yang berlaku efektif sejak 15 Desember 2025.

Baca Lainnya :

Rekam Jejak Gemilang sebagai Penerbang Tempur

Anton Pallaguna merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2000 dari Korps Penerbang, khususnya penerbang tempur. Di TNI AU, Anton Palaguna memiliki call sign "Sioux".

Sebelum menjadi Ajudan Presiden Prabowo, dia bertugas sebagai Asisten Operasi Kosek IKN sebelum menjadi Pasis Dikreg LII Sesko TNI 2024.

Anton mengawali karier sebagai pilot pesawat tempur F-16 di Skadron Udara 3.  Dia kemudian beralih mengawaki pesawat tempur Sukhoi di Skadron Udara 11 yang mengantongi lebih dari 1000 jam terbang di SU-27/30.

Anton juga adalah penerbang Jupiter Aerobatic Team dengan spesialisasi posisi J-3 Left Wingman. Dia juga menjadi pilot pertama yang menjajal jet tempur Rafale.

Sepanjang lebih dari dua dekade pengabdiannya, ia dikenal sebagai penerbang tempur yang andal dengan jam terbang tinggi, terutama dalam mengoperasikan pesawat tempur multirole.

Selama bertugas sebagai pilot tempur, Anton juga aktif dalam misi-misi pertahanan udara strategis dan latihan gabungan internasional yang melibatkan TNI AU.

Prestasi cemerlangnya di dunia penerbangan militer mengantarkannya menduduki posisi beberapa posisi penting antara lain yaitu Asisten Operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I dan Komandan Skadron Udara 11 di Pangkalan Udara Hasanuddin, Sulawesi Selatan.

Perwira Berpendidikan Doktor

Tidak hanya unggul di bidang operasional, Anton Pallaguna juga dikenal sebagai perwira intelektual. 

Anton menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Naratoma, Surabaya. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan S2 warfare studies di Air University, Alabama, Amerika Serikat (AS) dan pendidikan S3 manajemen strategi di Universitas Hasanuddin dengan predikat cumlaude dan menjadi lulusan terbaik fakultas Program Doktor dengan IPK 4.00.

Anton juga merampungkan dua program master untuk Strategi Perang di Universitas Pertahanan dan Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Kristen Indonesia.

Selain itu, Anton juga berhasil lulus sertifikasi internasional dibidang strategi bisnis dan manajemen sumber daya manusia.

Anton pernah mengikuti Sekolah Komando dan Kesatuan dan lulus pada 2012 kemudian melanjutkan pendidikan militernya di Sekolah Staf dan Komando USA Air Command and Staff College di 2014, termasuk Sekolah Staf dan Komando TNI pada 2024.

Dengan segara atribusi akademiknya, pria kelahiran Garut 17 Mei 1979 ini memiliki gelar lengkap Dr. Anton Pallaguna, S.E., M.M., M.Han., M.M.O.A.S., CSBA., CHRA.

Latar belakang pendidikan akademiknya yang kuat tersebut memperkaya perspektifnya dalam menyusun strategi pertahanan dan memberikan kontribusi pemikiran di tingkat kebijakan nasional. Kombinasi antara kemampuan operasional lapangan dan kapasitas intelektual menjadikannya sosok yang langka di kalangan perwira TNI.

Karier Strategis Menuju Puncak

Sebelum diangkat menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto, Anton menempati sejumlah jabatan strategis di jajaran TNI AU, khususnya di bidang operasi dan perencanaan strategis.

Selama 25 tahun menjalani karirnya, Anton telah terlibat dalam berbagai operasi matra udara dan operasi gabungan TNI. Untuk operasi pertahanan udara, Anton tercatat beberapa kali berhasil mencegat dan memaksa mendarat pesawat asing yang melanggar wilayah nasional.

Pengangkatannya sebagai ajudan Presiden menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap profesionalisme dan integritasnya. Posisi ini menempatkannya pada garis terdepan dalam mendampingi kepala negara, sekaligus memberikan wawasan mendalam tentang dinamika pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Promosi Bersejarah

Promosi Anton Pallaguna menjadi Marsekal Pertama TNI sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perwira muda yang diperhitungkan dalam struktur kepemimpinan TNI.

Jabatan barunya sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat II Panglima TNI Bidang Polkamnas menempatkannya dalam posisi kunci untuk merumuskan kebijakan strategis TNI di bidang politik, keamanan, dan pertahanan nasional.

Mutasi ini merupakan bagian dari upaya TNI untuk meremajakan dan memperkuat struktur kepemimpinan, sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi di ketiga matra dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer.

Penugasan dan promosi ini menandai transformasi signifikan dalam perjalanan karier Anton Pallaguna—dari seorang penerbang tempur lapangan dan ajudan Presiden menuju jabatan staf strategis di puncak kepemimpinan TNI, dengan tanggung jawab yang lebih luas dalam merumuskan arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.